Rabu, 13 Mei 2009

MEMAHAMI SERTA MENGEMBANGKAN BAKAT DAN MINAT YANG DIMILIKI KEMUDIAN MENGGUNAKAN UNTUK KEBUTUHAN DI MASA DEPAN

Dari sekian banyak manusia yang ada di dunia ini akan mempunyai gamabran yang berlainan tentang dirinya. Gambaran kita mungkin akan berubah-ubah untuk masa yang akan datang karena kegiatan mengenal dan mempelajari diri adalah suatu pengenalan sifat-sifat, cara kerja dan pengenalan kemuadian membandingkannya dengan orang yang dianggap berhasil. Dalam usaha memahami diri, kita dapat memahami tentang kelebihan dan kekurangan, kebutuhan-kebutuhan pokok, cara hidup yang diinginkan, minat dan bakat kita. Maka kita mendapat kesempatan untuk mengatakan hal mengenai diri kita, dan hasil kerja kita akan merupakan cara kita memperkenalkan diri kepada orang lain.
Setiap manusia dilengkapi dengan bakat/kecakapan walaupun dengan kadar yang berlainan. Dan minat pun berbeda pada setiap manusia. Untuk dapat mengembangkan bakat secara optimal dan sesuai dengan minat, langkah awal yang perlu ditempuh adalah melakukan beragai upaya untuk memahami bakat yang diomiliki.
Pembinaan layanan atau bantuan karir mengacu pada potensi diri dan jati diri yang jelas di dalam menghadapi masalah karir di masa depan. Adapun manfaat dari pemahaman bakat dan minat adalah untuk pengambilan keputusan dalam memilih kelanjutan studi dan pemilihan pekerjaan (Karir).

2. Pengertian Bakat
• Bakat adalah kemampuan tertentu yang dibawa sejak lahir.
• Bakat adalah suatu kondisi pada seseorang yang dengan suatu latihan khusus memungkinkannya mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan ketrampilan khusus misalnya, kemampuan berbahasa, kemampuan bermain dan lain-lain.
Bakat dan kemampuan yang dimiliki seseorang tidak sama. Ada yang berbakat di bidang main bola, melukis, mengarang, menyanyi dan lain sebagainya. Dari ketidaksamaan inilah maka tiap-tiap orang akan mencapai karir yang berbeda-beda sesuai dengan bakat dan pengembangkanya. Namun adapula bakat yang tidak berkembang, bakat seperti itu di sebut bakat terpendam. Dengan tidak adanya faktor penunjang dan usaha untuk mengembangkannya, maka bakat tersebut lama-kelamaan akan hilang.

3. Pengertian Minat
Minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran dari perasaan, harapan, pendidikan, prasangka, rasa takut atau kecenderungan-kecenderungan lain yang mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu.
Pada intinya minat seseorang adalah berhubungan dengan senang atau tidak senang terhadap suatu bidang tertentu.
Setiap orang mempunyai minat yang berbeda, walaupun diantaranya ada juga yang sama. Dua hal yang perlu diperhatikan menyangkut minat adalah :
Pertama, minat pembawaan. Minat ini muncul dengan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, baik kebutuhan maupun lingkungan. Biasanya minat ini muncul berdasarkan bakat yang ada. Dengan kata lain apabila seseorang mempunyai bakat dibidang seni lukis, maka ia berminat untuk masuk perguruan tinggi jurusan seni rupa.
Kedua, minat yang muncul karena adanya pengaruh dari luar. Minat seseorang bisa saja berubah karena adanya pengaruh-pengaruh seperti lingkungan dan kebutuhan. Karena teman-teman yang ada di lingkungannya masuk SMU, maka si A juga terpaksa masuk SMU walaupun minatnya bukan SMU atau munkgin karena biaya tidak memungkinkan masuk SMU, maka si B terpaksa masuk SPG walaupun minatnya ke SMU.
Berkenaan dengan hal itu, maka beberapa kegiatan berikut ini diharapkan dapat membantu anda memahami bakat yang dimiliki dan memahami minat sekaligus membuka peluang untuk mengembangkannya untuk kebutuhan di masa depan.

4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Bakat dan Minat
Untuk mencapai studi lanjutan maupun pemilihan pekerjaan (karir) yang sesuai dengan bakat dan minat kita, tidak lepas pula dari faktor-faktor yang menunjang dan faktor-faktor penghambat bakat dan miant itu untuk mengembangkannya dan menggunakannya untuk kebutuhan di masa depan.
Faktor penunjang dan faktor penghambat itu dapat berupa keadaan fisik, ketrampilan yang dimiliki, keadaan sosial/ekonomi, fasilitas/sarana, dorongan/keinginan untuk melakukan kegiatan dan keinginan orang tua.
Berikut ini beberapa contoh tentang hambatan fisik dan hambatan sosial/ekonomi.
Haris ingin sekali menjadi pilot, nilai pelajarannya cukup baik, ia menyenangi mesin-mesin. Tetapi dalam satu persyaratan menjadi pilot harus mempunyai tinggi badan 170 cm. Tinggi badan Haris hanya 162 cm. Sehingga,karena hambatan fisiknya ia tidak dapat memenuhi keinginnya.
Ardi ingin sekali memasuki Akademi Maritim. Ia mengetahui kekayaan laut Republik Indonesia banyak yang digali. Laut yang luas, negara yang terdiri dari pulau-pulau dan masalah angkutan laut sangat penting. Tetapi sayang Ardi buta warna sehingga tidak dapat diterima di Akademi Maritim.
Julian mempunyai kesenangan di bidang kedokteran dan niali pelajaran biologinya selalu mendapatkan nilai bagus. Julian mempunyai keinginan untuk masuk Fakultas Kedokteran setelah lulus SMU. Tetapi, penghasilan kedua orang tunya pas-pasan sehingga keinginnan Julian tidak terpenuhi.
Seseorang siswa yang mempunyai bakat matematika dapat memperoleh nilai yang tinggi meskipun dia belajarnya belum maksimal. Namun, adakalanya seseorang memperoleh hasil yang sangat mengecewakan walaupun usahanya sudah maksimal. Ini merupakan petunjuk, mungkin seseorang itu kurang berbakat.

5. Manfaat Pemahaman Bakat dan Minat
Setelah kita memahami bakat dan minat kita, pemahaman itu akan bemanfaat bagi pengambilan atau menentukan keputusan dalam pemilihan studi lanjutan dan pemilihan pekerjaan (karir). Karena dalam mencapai karir yang baik perlu adanya kesesuaian antara bakat dan minat, kesesuaian ini akan membuat orang merasa senang dan merasa puas terhadap pekerjaannya. Contoh : Arya mempunyai bakat di bidang retorika atau bidang yang berhubungan dengan kata-kata seperti penyiar dan pembawa acara. Arya juga sangat senang dan tertarik untuk mengikuti festival-festival kepenyiaran. Dan ternyata dia sekarang bangga menjadi pembawa acara di salah satu program televisi swasta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar